November 16, 2018
Instalasi Suku Cadang

Yuk! Mengenal Lebih Jauh Sensor Parkir Pada Mobil

Jakarta, BeliOnderdil.com — Biasanya, saat sedang ingin parkir, pengemudi akan melihat spion sebagai panduan untuk dapat parkir dengan benar. Tapi, mobil zaman sekarang banyak yang sudah dilengkapi dengan sistem sensor parkir. Sensor parkir memang dipasang untuk memberi peringatan akan hadirnya benda penghalang di belakang mobil. Apakah mendadak sensor ini bisa rusak? Atau, lantas bagaimana solusinya kalau rusak? Penasaran kan? Yuk, simak bahasan dibawah ini.

Nah, kali ini yang akan dibahas tuntas mengenai sensor parkir yang kebanyakan sudah menjadi peranti orisinal bawaan mobil. Mulai dari ketersediaannya di pasaran onderdil, fakta sebenarnya dari sensitivitas, hingga perilakunya kalau terkena efek modifikasi sampai kemungkinan penggantian sistemnya kalau rusak. Yuk, mengenal lebih jauh tentang sensor parkir.

 

  • Sensivitas
    Sensitivitas sistem sensor parkir merupakan hal terpenting, karena berhubungan dengan keamanan bodi mobil itu sendiri ketika sedang diparkir. Jangan sampai indikator pengingat baru aktif, sesaat setelah bokong mobil membentur sesuatu di belakangnya. Sensor ini mendeteksi benda mulai jarak 1,5 meter. Misalnya pada Innova, buzzer akan berbunyi dengan jeda 225 milidetik. Pada jarak 1 meter berbunyi lebih cepat dengan jeda 75 milidetik dan pada jarak 0,5 meter akan bunyi tanpa putus.Nah, biasanya ada kecepatan maksimum agar sensor bekerja. Misalnya saat Anda mundur dalam 10 km/jam, mobil sama saja mundur 2,7 meter/detik. Kalau mundur ngebut sampai 20 km/jam saja, sudah lewat 5,5 meter/detik. Bisa keburu nabrak, deh. Sensitivitas memang bergantung dari beberapa faktor. Seperti lebar dan sudut sensor, jarak kendaraan dari tanah. Lebar dan sudut dari sonar yang semakin besar, akan membuat sensor lebih sensitif. Selain itu, ketinggian posisi sensor dari tanah, juga memengaruhi sensitivitasnya.Sayangnya, keakuratan sensor ini tidak dapat di-setting, lantaran hanya bergantung dari penempatan serta jumlah sensor. Jika sensor yang dipakai makin banyak, misal 4 buah sensor di bemper belakang, akan lebih membantu kemampuan sensitivitasnya. Karena daerah pantau obyek di belakang mobil akan semakin banyak tertangkap oleh sensor. Sedangkan jarak atau ketinggian sensor dari tanah juga berpengaruh. Sebab terkadang jika ground clearance mobil terlalu tinggi, akan membuat derajat sudutnya lebih menjauh dari obyek yang lebih rendah dari posisi bemper mobil. Idealnya untuk pemasangan sensor parkir, tinggi sensor dari permukaan tanah antara 50-70 cm.

 

  • Komponen Baru
    Ternyata tidak banyak pedagang onderdil yang menyediakan spare parts khusus untuk sensor mundur. Padahal secara logika, kalau menyediakan sensor mundur tidak perlu ganti satu sistem dan tinggal menukar komponen yang rusak saja, bukan? Tak heran kalau pedangang spare parts pun kadang menyarankan untuk melirik barang aftermarket.

 

Jadi, ada baiknya jika Anda tetap merawat dan menjaga sistem sensor yang ada pada kendaraan Anda demi kenyamanan dan tentunya memudahkan saat ingin parkir atau ingin berjalan mundur. Karena sensor akan membantu dengan berbunyinya buzzer yang sudah dijelaskan diatas. Apabila sensor parkir rusak, sebaiknya bawa ke bengkel resmi untuk menanyakan apakah menyediakan komponen tersebut. Jika bengkel resmi tidak menyediakan atau sudah habis, tanyakan dimana Anda bisa mendapatkan komponen tersebut dan pastinya yang akan di beli adalah produk original.

 

©autobild

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *