December 15, 2018
Oto Tips

Penyebab Kerusakan Bearing Roda, Solusi serta Tips Perawatannya

© ShutterStock

© ShutterStock

Bearing atau dengan nama lain bantalan atau laher adalah salah satu komponen dari kaki-kaki mobil atau understeel memiliki fungsi yang sangat penting yaitu untuk mereduksi atau memperkecil gaya gesek yang terjadi pada poros atau sumbu putar sehingga perputarannya menjadi lebih lancar, halus dan tentunya tidak akan merusak komponen lainnya. Tanpa adanya bearing, tentu saja komponen putar yang ada di dalam kendaraan baik motor ataupun mobil cepat sekali mengalami panas berlebih, bergetar dan akhirnya patah.

Bearing memiliki usia pemakaian yang beraneka ragam tergantung dari kualitas barang serta cara penggunaannya. Meskipun bearing mobil Anda terbilang diproduksi dari merek terkenal dan terbukti kuat, apabila cara berkendara Anda tidak benar atau ugal-ugalan tetap saja komponen satu ini akan mengalami kerusakan yang lebih cepat.

Untuk mengantisipasi kerusakan pada bearing mobil Anda, kali ini Blog BeliOnderdil akan memberikan informasi mengenai faktor penyebab utama mengapa bearing roda cepat sekali mengalami kerusakan yang diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Akibat karat

Komponen yang berkarat merupakan faktor utama mengapa bearing cepat sekali mengalami kerusakan. Karat yang melekat pada bearing tentu dapat mengalami keropos dan aus. Karat yang timbul tersebut pada umunya terjadi karena adanya air yang masuk ke dalam komponen bearing. Untuk itu, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan bearing roda kendaraan secara berkala.

  1. Akibat jalanan rusak

Faktor lain yang dapat menyebabkan bearing mengalami kerusakan ialah jalan yang rusak, penuh lobang dan bergelombang. Ketika kendaraan melewati jalan yang berlubang tersebut membuat hentakan roda menjadi lebih sering dan lambat laun roller bearing akan terkikis dan mengalami keausan. Untuk itu agar usia pakai bearing roda kendaraan lebih panjang, ketika melewati jalanan yang kurang bagus tersebut, sebaiknya pelankan laju kendaraan Anda.

  1. Akibat beban yang berlebihan

Setiap komponen tentu saja memiliki beban batasan tertentu, termasuk bearing yang memiliki beban maksimum yang dapat diangkut oleh kendaraan Anda. Berbagai risiko tentu akan timbul jika Anda mengangkut beban yang berlebihan seperti hilangnya keseimbangan mobil, rusaknya bearing roda, bahkan dapat berpengaruh pada as roda yang akan patah. Untuk itu, gunakan kendaraan Anda sebagaimana fungsinya, dan jangan mengangkut beban yang berlebihan.

Setelah Anda mengetahui beberapa faktor yang menjadi penyebab rusaknya bearing roda mobil, Anda juga perlu mengetahui cara mengidentifikasi kerusakan apabila komponen tersebut telah terlanjur mengalami kerusakan. Simak ulasan berikut ini mengenai cara memeriksa kondisi bearing mobil Anda :

  1. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah mendongkrak bagian depan mobil sampai kedua ban depan terangkat dan tidak menyentuh tanah atau permukaan jalan.
  1. Selanjutnya Anda perlu memegang ujung roda bagian atas dan juga bawa, kemudian goyang-goyangkan ke arah depan dan belakang apakah Anda merasakan komponen yang kocak atau tidak.

 

  1. Jika iya, Anda tidak boleh langsung mengambil kesimpulan bahwa bearing memang mengalami kerusakan, Anda perlu meminta bantuan teman untuk menginjak pedal rem secara kuat dan ulangi pemeriksaan.
  1. Bila kocak yang Anda rasakan tadi masih tetap trjadi, hal ini menandakan bahwa ball joint lah yang mengalami kerusakan. Namun jika tidak, dapat dipastikan bearing mobil Anda telah longgar.
  1. Untuk beberapa jenis mobil dapat langsung dilakukan penyetelan, namun terdapat beberapa mobil modern yang biasanya harus dilakukan penggantian.
  1. Berikutnya, Anda perlu memeriksa putaran roda dengan cara memutar roda menggunakan tangan kanan, sedangkan tangan kiri Anda memegang shockbreaker atau upper arm. Apabila Anda merasakan adanya getaran yang menandakan bearing mobil bermasalah, disarankan bagi Anda untuk segera melakukan penggantian dengan part yang baru.
  1. Kasarnya putaran bearing yang Anda rasakan menandakan adanya kecacatan di dalam komponen tersebut, dan apabila tetap dipakai dapat membuat bearing roda tersebut hancur dan menimbulkan masalah lain dikemudian hari.

Ketika kerusakan terjadi, tentunya Anda harus melakukan perbaikan atau penggantian komponen. Dari kerusakan tersebut tentunya kita dapat belajar untuk selalu menjaga dan merawat seluruh rangkaian atau komponen mobil agar usia pemakaiannya dapat lebih panjang. Mengingat betapa pentingnya melakukan perawatan komponen mobil, kali ini Blog BeliOnderdil tak lupa untuk memberikan tips untuk merawat bearing roda mobil agar awet atau tahan lama. Berikut ulasannya :

  1. Jangan Berkendara dengan Kecepatan Tinggi di Jalan yang Rusak

Terkadang saat ini masih ada saja pengendara yang memiliki cara berkendara yang ugal-ugalan. Jalanan yang rusak, bergelombang serta berkerikil pun dilibas dengan kecepatan tinggi karena merasa suspensi mobilnya dirasa nyaman. Namun di luar itu, mobil yang cara pemakaiannya seperti tersebut lambat laun dapat membuat bearing roda akan lebih cepat mengalami kerusakan akibat besarnya getaran yang diterima oleh bearing tersebut. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan kondisi jalan ketika sedang mengemudi mobil, dan hindari berkendara dikecepatan tinggi ketika Anda melewati jalan yang rusak.

  1. Tidak Pernah Menyetel Bearing

Terdapat beberapa kelas atau jenis mobil yang memiliki bearing yang dapat disetel langsung kekencangannya. Perlu bagi Anda untuk sesekali meriksa apakah kekencangan dari bearing roda tersebut telah tepat atau belum. Bearing yang longgar tentu dapat menimbulkan masalah. Untuk menyetel bearing roda, dapat Anda lakukan dengan membongkar bagian roda dan rapatkan mur penyetel bearing sampai benar-benar rapat, setelah itu kembali longgarkan mur penyetel sebanyak 1/8 putaran, hal ini untuk menghindari agar bearing tidak terlalu kencang karena dapat mengakibatkan komponen tersebut hancur.

  1. Lakukan OverHaul Bearing secara berkala

Penting bagi Anda untuk melakukan perawatan berkala berupa Overhaul bearing yang bertujuan agar bearing terbebas dari kotoran serta memiliki masa pakai yang lebih lama. Overhaul bearing ini dapat dilakukan setiap mobil menempuh jarak 20.000 km, namun akan jauh lebih baik jika Anda melakukan proses ini dengan rutin setiap menempuh jarak 10.000 km atau 15.000 km sehingga kerusakan bearing dapat diminimalisir.

Demikianlah berbagai informasi yang dapat Blog BeliOnderdil sampaikan, perawatan yang Anda lakukan terhadap bearing roda mobil tentu membuat bearing beserta komponennya menjadi awet dan tahan lama, selain itu Anda tidak perlu takut jika sewaktu waktu bearing rusak di tengah jalan akibat kurangnya dilakukan perawatan. Nah, bagi Anda yang bingung mencari komponen pengganti bearing roda dengan kualitas yang mumpuni, segera kunjungi BeliOnderdil dan dapatkan berbagai kebutuhan suku cadang mobil dengan mudah dan aman. Nantikan artikel informatif lainnya hanya di Blog BeliOnderdil.

Baca juga Langkah-langkah Melakukan Penggantian Bearing Roda Mobil

© Automotivexist

 

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *