November 16, 2018
Instalasi Suku Cadang

Pengendara yang Cerdas: Memasang Timing Belt Sendiri

Timing belt merupakan salah satu komponen mesin mobil yang berfungsi untuk memutar camshaft (noken as) dimana perannya untuk membuka dan menutup valve (klep) yang ada pada ruang pembakaran dengan waktu yang tepat.

Pemakaian timing belt perlu Anda perhatikan, karena perawatan yang tidak rutin terhadap timing belt tentu membuat komponen tersebut rusak, dan hasilnya akan membuat proses pembakaran menjadi tidak optimal dan tentunya membahayakan diri Anda ketika berkendara.

Untuk menghindari efek berbahaya dari putusnya timing belt yang jarang dirawat, Anda perlu mengetahui kondisi timing belt tersebut. Seperti komponen lain, timing belt memiliki jangka waktu pemakaian, dimana Anda perlu menggantinya setiap menempuh jarak 40.000 – 60.000 km untuk mobil berbahan bakar bensin dan 100.000 km untuk mobil bermesin diesel.

Kali ini, Blog BeliOnderdil akan memberi panduan tentang mengganti timing belt yang sudah tidak layak pakai, memang aktivitas penggantian ini terbilang cukup rumit, namun tak ada salahnya untuk mencoba agar Anda tak perlu mengeluarkan biaya yang lebih banyak ketika harus membawanya ke bengkel.

Berikut ini cara mengganti timing belt dengan benar dan tepat :

  1. Tahap pertama tentu Anda harus menyiapkan timing belt yang baru sebagai pengganti timingbelt yang sudah tidak layak pakai. Jika Anda kebingungan akan spesifikasi timing belt sebelumnya, Anda dapat membuka belt yang lama sebagai contoh untuk membeli yang baru agar dapat dipastikan bahwa belt yang dibeli telah cocok dan tepat sesuai dengan spesifikasi mobil Anda.

 

  1. Dalam pembelian belt, Anda juga harus paham akan spesifikasi mobil yang Anda miliki seperti merek, model, tahun pembuatan, serta tipe mesin juga ukuran dari mobil Anda. Berikan informasi yang akurat dan tepat kepada produsen / penjual spare part ketika Anda melakukan pembelian timing belt. (Di BeliOnderdil Anda bisa mendapatkan kebutuhan timing belt yang sesuai dengan spesifikasi mobil Anda dengan kualitas terbaik.)

 

  1. Ketika Anda membeli timing belt, sebaiknya jangan lupa untuk membeli gasket dan lem gasket yang diperlukan ketika pemasangan belt. Dalam pembelian gasket beserta lemnya disarankan juga untuk teliti agar sesuai dengan spesifikasi belt.

 

  1. Saat ini, Anda harus mulai masuk ke dalam proses membuka timing belt. Langkah pertama, mulailah membuka atau melepaskan terminal negatif aki.

 

  1. Agar belt memiliki celah sehingga dapat dilepas dengan mudah, Anda harus membuka belt alternator dengan mengendurkan bautnya atau mendorong alternator jika perlu. Kemungkinan Anda juga harus membuka tali kipas dalam proses pembukaan timing belt, namun tergantung jenis mobil Anda.

 

  1. Berikutnya, untuk membuka tutup timing belt, Anda harus membuka berbagai komponen lain seperti pompa power steering, alternator, dan kompresor AC. Ketika membuka kompresor AC, Anda tidak perlu membuka rangkaian kompresor AC seperti saluran bertekanan atau selang-selangnya

 

  1. Saat ini Anda harus melakukan proses pencopotan tutup distributor (jika terdapat di mobil Anda), buka klip atau beberapa sekrup penahan tutup distributor untuk mencopotnya. Namun terdapat beberapa mobil modern yang tidak menggunakan distributor untuk pengapian elektroniknya, melainkan menggunakan sensor posisi cam dan crankshaft. Yang terpenting Anda harus tau titik mati atas (TMA) pada silinder pertama. Jika merasa kesulitan buka dan bacalah buku manual reparasi mobil karena setiap model pasti berbeda.

 

  1. Berikutnya Anda harus menyejajarkan tanda timing belt, putarlah baut crankshaft menggunakan kunci yang tepat untuk memutar mesin sampai tanda timing yang berada di crankshaft telah sejajar dengan tanda 0° pada timing belt. Putar mesin sekali lagi untuk memastikan bahwa rotor yang berada distributor sejajar sesuai dengan tanda penunjuk pada distributor yang mengindikasikan posisi untuk menyalakan silinder pertama

 

  1. Biasanya, puli penyeimbang akan menghalangi proses pembukaan timing belt karena tutup timing belt yang terletak pada bagian ujung crankshaft, lepas komponen puli penyeimbang tersebut jika memang menghalangi aktivitas Anda. Untuk pemasangan kembali komponen tersebut, Anda memerlukan seal tambahan.

 

  1. Selanjutnya Anda perlu membuka partikel baut yang berada di tutup timing belt dengan cara melepaskannya dari mesin. Untuk memudahkan proses ini, Anda perlu membuka seluruh komponen yang menjadi penghalang untuk melepas tutup timing belt. Untuk mengetahui komponen pertama dan selanjutnya yang harus dilepas terlebih dahulu, bacalah buku panduan servis kendaraan Anda.

 

  1. Posisi crank dan timing camshaft harus sejajar, untuk itu periksalah terlebih dahulu.

 

  1. Selanjutnya lihatlah komponen oli di sekitar belt, apakah terjadi kebocoran atau tidak. Setelah itu periksa juga camshaft dan seal crankshaft serta tutup katup dan bak oli. Periksa juga komponen lain yang berpotensi mengalami kebocoran seperti air radiator dari pompa air dan selangnya. Segera atasi kebocoran tersebut sebelum Anda melakukan penggantian timing belt.

 

  1. Anda harus mengendurkan baut yang memegang tensioner. Anda Cukup menggeser tensioner yang berbentuk per sedikit menjauh dari timing belt, agar posisi tensioner tetap terjaga, kencangkan lagi baut setelah Anda mengendurkannya

 

  1. Di proses tensioner ini, Anda juga harus memeriksa apakah terdapat kerusakan dari tensioner berupa retakan atau tidak. Dengarkan apakah terdapat suara berisik dengan cara memutar puli tensioner, jika iya hal ini menandakan bearing mengalami keausan. Keausan komponen bearing ini juga menyebabkan keausan yang tidak merata pada bagian belakang timing belt yang menandakan terjadinya ketidaksesuaian penaturan antara puli dan timing belt. Disarankan untuk Anda agar mengganti puli tensioner secepatnya jika mengalami kerusakan agar terhindar dari rusaknya komponen lain yang tentu lebih merugikan Anda.

 

  1. Lepaslah timing belt dari tempatnya secara perlahan, timing belt akan terasa lengket pada sela-sela gir apabila telah lama digunakan, Anda dapat menggunakan obeng untuk memberi sedikit congkelan agar mudah dalam melepasnya.

 

  1. Ganti dan pasanglah timing belt yang baru beserta komponen yang lainnya. Setelah timing belt telah berada sesuai dengan tempatnya jangan lupa untuk dikencangkan, perhatikan komponen lain pada manual mesin, terkhusus untuk baut pemegang puli camshaft yang perlu untuk dikencangkan lebih intens.

 

© Wikihow

 

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *