November 14, 2018
Instalasi Suku Cadang

Mengenal Lebih Jauh tentang Alternator Mobil

Alternator mobil merupakan salah satu komponen mobil yang memiliki fungsi utama sebagai pembangkit tenaga listrik dengan kegunaannya untuk menyuplai kebutuhan listrik yang terdapat pada kendaraan seperti menghidupkan AC dan juga lampu-lampu mobil serta memutar radio tape atau audio mobil. Tak hanya itu, Alternator mobil juga memiliki peran sebagai penyuplai tenaga listrik untuk mencharger aki mobil agar tetap berada pada tegangan yang stabil sehinggga aki tidak drop.

Mobil yang tidak dilengkapi alternator tentunya memiliki performa yang lebih rendah, karena ketika aki mobil habis, mobil tentu akan mengalami kemogokan karena tidak memiliki pembangkit enegi listriknya. Mobil hanya dapat berjalan kurang lebih sejauh 10 kilometer saja.

Alternator memiliki komponen-komponen dengan fungsinya masing-masing. Berikut berbagai komponen dari alternator :

  • Cover Alternator

Merupakan wadah dari seluruh komponen dalam alternator dengan bentuknya yang berlubang-lubang. Memiliki fungsi utama sebagai pendingin agar mesin tidak terbakar, overheating, atau mengalami kerusakan.

  • Pulley Alternator

Adalah sebuah roda yang nantinya dihubungkan dengan belt sehingga pulley dapat berputar memutari di dalamnya.

  • Bearing

Pada alternator, terdapat beberapa bearing yang fungsinya sebagai dudukan ujung ujung rotor coil untuk tumpuan berputar. Bila komponen ini mengalami kerusakan, tanda umum yang dapat Anda ketahui ialah munculnya bunyi berisik dan berdecit di bagian alternator.

  • Regulator

Regulator memiliki fungsi utama sebagai pengatur tegangan output atau tegangan yang dihasilkan oleh alternator agar selalu stabil, sehingga apabila rpm mesin naik setinggi mungkin, tegangan yang keluar tidak akan mengalami perubahan. Bila komponen ini mengalami kerusakan, tanda umum yang terjadi ialah rusaknya beberapa peralatan listrik pada mobil seperti aki.

  • Dioda

Berfungsi sebagai penyearah arus yang dihasilkan oleh alternator agar menjadi tegangan searah yang kemudian akan didistribusikan ke komponen yang membutuhkan listrik, salah satunya adalah aki.

  • Rotor Coil

Adalah sebuah gulungan atau lilitan yang memiliki fungsi mengubah energi magnetik menjadi energi listrik yang kemudian diolah dan disalurkan menuju brush dioda – dan seterusnya.


Berbagai komponen mobil tentu dapat terindikasi kerusakan karena beberapa faktor seperti usia pemakaian atau perawatan yang kurang. Begitupun dengan alternator mobil, alternator yang mengalami kerusakan dapat menimbulkan masalah terhadap komponen lain seperti aki mobil yang akan melemah, mobil yang sulit untuk distarter, dan kasus terparahnya mobil akan mogok secara tiba-tiba.

Oleh karena itu Anda pun dituntut untuk memerhatikan komponen satu ini agar tidak mudah mengalami kerusakan seperti menghindari memasang sistem audio di luar standard, memodifikasi lampu lampu dengan merek atau variasi yang membutuhkan pasokan daya yang terlalu besar dan lain sebagainya.

Anda juga perlu mengetahui bagaimana ciri ciri alternator yang mulai mengalami kerusakan agar sesegera mungkin dapat mengambil langkah perbaikan atau penggantian komponen. Di bawah ini ialah beberapa tanda umum alternator mengalami kerusakan yang dapat anda ketahui.

Berikut adalah tanda-tanda Alternator mobil rusak :

  1. Hidupnya lampu indikator pengisian yang berbentuk simbol seperti gambar aki mobil yang memberi isyarat bahwa alternator tidak mampu lagi menyuplai tenaga listrik ke aki mobil.
  1. Aki selalu melemah atau tekor meskipun telah diganti dengan yang baru.
  1. Mobil akan sulit untuk distarter akibat aki mobil yang drop karena alternator telah terindikasi kerusakan dan tidak mampu lagi melakukan pengisian.
  1. Ketika dilakukan pemeriksaan menggunakan alat uji baterry tester atau voltmeter tegangan yang ditunjukkan di bawah normal pengisian yakni di kisaran 13.5V – 14V.
  1. Timbul bunyi mencicit pada alternator yang disebabkan oleh bearing alternator tersebut sudah mengalami keausan. Bila hal ini dibiarkan, putaran alternator menjadi tidak presisi dan bisa menyebabkan seluruh bodi alternator panas dan berakibat pada rusaknya IC regulator.
  1. Aki mengalami overcharger akibat tingginya tegangan output dari alternator, hal ini ditandai dengan seluruh sel aki yang memanas dan cairan elektrolit aki menjadi cepat mengering.
  1. Terjadinya overcharger alternator terhadap aki mobil. Hal ini ditandai dengan kondisi air aki yang begitu cepat habis, dan bila dipakai air aki akan cepat mendidih dan terjadi penguapan yang berlebihan. Mendidihnya air di sel-sel aki ini merupakan akibat terlalu besarnya arus yang masuk dari alternator ke aki.

Dampak dari rusaknya alternator tentu dapat membuat keluh kesal Anda memuncak. Untuk itu, Anda perlu mengetahui kondisi terkini dari alternator mobil Anda, apakah masih berada dalam kondisi yang prima atau justru telah berpotensi mengalami kerusakan? Berikut ini, Blog BeliOnderdil akan memberikan cara-cara untuk memeriksa kondisi alternator :

  1. Pemeriksaan Menggunakan Voltmeter
  • Tahap pertama untuk pemeriksaan alternator menggunakan voltmeter, tentunya Anda harus memastikan mobil sedang berada dalam keadaan mati dan tidak panas, setelah itu awali dengan membuka kap mesin mobil Anda.
  • Jangan lupa untuk menyiapkan voltmeter. Pasang ujung-ujung kabel voltmeter pada kutub aki. Warna merah untuk kutub positif dan pasang warna hitam untuk kutub negatif. Setelah itu, lihatlah hasil tegangan dari aki mobil, Jika tegangan berada pada kisaran 12 V keatas, hal tersebut menandakan bahwa kondisi aki masih terbilang baik atau bagus.
  • Berikutnya, Anda memerlukan bantuan seseorang untuk menstarter mobil. Starter mobil dan hidupkan mesin dengan tingkat rpm di atas 2000, kemudiah lihatlah jarum alat ukur voltmeter tersebut, jika menunjukkan angka 13.5V hingga 14V, hal tersebut menandakan alternator masih dalam kondisi yang baik. Namun apabila voltmeter menunjukkan tegangan di angka 12 V atau kurang, hal tersebut pertanda bahwa performa alternator telah menurun dan tidak dapat berfungsi dengan baik.
  • Ketika melakukan proses ini, cobalah untuk menghidupkan berbagai sistem kelistrikan mobil seperti lampu depan, AC, dan radio tape. Setelah itu lihat apakah beban kelistrikan menurun atau tetap.

 

  1. Pemeriksaan Menggunakan Baterry Tester
  • Selain voltmeter, Anda juga dapat memeriksa alternator menggunakan battery tester yang terbilang lebih modern. Pada dasarnya, penggunaan alat satu ini tergantung pada panduan dari masing-masing alat.
  • Alat battery tester ini dapat mengukur kondisi aki mobil Anda, selain itu alat tersebut juga dapat mengetahui apakah pengisian berjalan normal atau tidak.

 

© Automotivexist

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *