September 25, 2018
Instalasi Suku Cadang

Mengenal Lebih Jauh Koil Mobil

Jakarta, BeliOnderdil.comFungsi koil pada sistem pengapian kendaraan sangat sederhana, yaitu menaikkan tegangan listrik dari aki yang cuma 12 volt, menjadi ribuan volt. Arus listrik yang besar ini disalurkan ke busi, sehingga busi mampu meletikkan pijaran bunga api. Yang biasa disebut sebagai “koil racing”, adalah koil yang mampu menghasilkan tegangan listrik jauh lebih besar ketimbang koil standar. Apabila koil standar rata-rata menghasilkan tegangan antara 12 ribu hingga 15 ribu volt, maka koil racing bisa menghasilkan tegangan antara 60 ribu hingga 90 ribu volt. Tentu saja, dengan tegangan listrik yang lebih besar itu, maka busi dapat menghasilkan pijaran api yang juga lebih besar. Hasilnya adalah pembakaran yang lebih sempurna. Namun, yang harus diingat adalah tegangan besar bukan satu-satunya faktor penentu kualitas koil.

 

Koil yang baik adalah koil yang mampu menghasilkan tegangan listrik relatif besar dan stabil pada hampir seluruh putaran mesin. Karena itu setelah menghasilkan tegangan maksimal pada putaran mesin tertentu, kurva tidak boleh menukik terlalu tajam. Kurva yang menukik terlalu banyak, menunjukkan kinerja yang buruk pada putaran (RPM) tinggi. Padahal pada RPM tinggi justru dibutuhkan pembakaran yang baik.

 

Secara konstruksi ingnition coil terdiri atas :

 

  • Terminal positif : Bagian dari koil yang dihubungkan dengan kabel yang mendapat arus listrik positif , untuk rangkaian pada mobil terminal positif dihubungkan dengan kabel ke sekering.
  • Terminal negatif : Bagian dari koil yang di hubungkan dengan kabel menuju ke distributor (untuk sistem pengapian pada mobil)
  • Kumparan sekunder : bagian dari koil yang berupa lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih banyak daripada kumparan primer.
  • Kumparan primer adalah : bagian dari koil yang berupa lilitan kabel yang jumlah lilitannya lebih sedikit daripada kumparan sekunder.
  • Sekunder terminal adalah bagian dari koil yang dihubungkan dengan kabel tegangan tinggi ke distributor (untuk mobil) . Sedangkan untuk sepeda motor sekunder terminal berupa kabel hitam yang besar yang dihubungkan langsung ke busi.

Cara Kerja Koil

Cara kerja koil adalah pada rangkaian sistem pengapian pada mobil dengan menggunakan platina  atau yang dikenal dengan breaker point merupakan salah satu komponen sistem pengapian yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan arus listrik yang mengalir melalui kumparan primer pada ignition coil untuk menghasilkan arus listrik tegangan tinggi pada kumparan skunder pada ignition coil, dengan jalan induksi magnet listik (electromagnetic induction). Pada saat arus listrik mengalir ke terminal positif, maka lilitan primer akan dialiri arus listrik. Hal ini akan menyebabkan kemagnetan pada lilitan primer. Arus listrik akan mengalir dari lilitan primer  menuju terminal negatif. Pada saat platina membuka , maka hubungan antara terminal negatif  ke massa akan terputus. Arus listrik dari terminal positif tidak akan mengalir ke lilitan primer. Hal ini akan mengakibatkan kemagnetan pada lillitan primer menjadi hilang. Dengan hilangnya kemagnetan pada lilitan primer , maka timbullah induksi pada lilitan sekunder. Di mana pada lilitan sekunder akan menghasilkan listrik dengan tegangan yang sangat tinggi. Listrik yang dihasilkan pada lilitan sekunder ini akan dialirkan ke terminal sekunder untuk diteruskan ke kabel tegangan tinggi.

Untuk pengapian dengan CDI (Capacitor Discharge Ignition) , merupakan sistem pengapian elektronik yang sangat populer digunakan pada sepeda motor saat ini, cara kerja coil tetap sama. Yang pada prinsipnya yaitu menimbulkan induksi pada lilitan sekunder , sehingga terjadi listrik pada lilitan sekunder dengan tegangan yang sangat tinggi.
Nah! Begitulah Fungsi dan juga cara kerja dari koil ya, semoga bermanfaat.

 

©otomotrip.com

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *