August 21, 2018
Oto Tips

Mendeteksi Kerusakan Komponen Kaki-Kaki Mobil

Kaki-kaki mobil merupakan salah satu komponen utama mobil yang perannya begitu vital bagi kendaraan, dimana komponen ini merupakan sebuah penentu kenyamanan dalam berkendara serta kemudahan dalam melakukan pengendalian mobil. Untuk itu, penting bagi pengendara sekaligus pemilik mobil untuk selalu menjaga kondisi kaki-kaki agar senantiasa dapat bekinerja dengan optimal.

Permasalahan dan gangguan yang terjadi pada bagian kaki-kaki mobil tentu dapat dirasakan ketika mobil sedang dikendarai. Namun hal itu baru dapat terdeteksi jika memang permasalahan sudah berada pada tahap yang cukup mengganggu. Pada umumnya, memeriksa dan mendeteksi kerusakan kaki-kaki merupakan sebuah keharusan, tak harus melakukannya setiap minggu tetapi paling tidak lakukan pemeriksaan setidaknya sebulan sekali atau setelah Anda melalui jalan yang jelek dan berlubang.

Kaki-kaki mobil tentu memiliki beberapa komponen di dalamnya. Komponen-komponen yang ada pada bagian tersebut memiliki ketergantungan satu sama lain. Alhasil, bila terjadi permasalahan pada salah satu komponen namun tidak segera dibenahi, maka permasalahan dapat menjalar ke komponen lain. Jika hal tersebut Anda alami, tentu persiapan merogoh kocek dalam-dalam harus Anda lakukan, sebab biaya perbaikan komponen kaki-kaki mobil ini terbilang tidaklah murah. Maka dari itu, mendeteksi sedini mungkin lebih baik daripada harus memperbaiki di kemudian hari.

Lalu bagaimana cara memeriksa komponen kaki-kaki mobil serta bagian apa saja yang harus diperiksa?

Kali ini Blog BeliOnderdil akan memberikan informasi mengenai pemeriksaan berbagai komponen kaki-kaki mobil. Berikut ulasannya :

  1. Shockbreaker

Shockbreaker merupakan salah satu komponen yang menunjang kaki-kaki mobil dan memiliki peran begitu penting. Shockbreaker sendiri memiliki fungsi untuk meredam guncangan atau hentakan ketika mobil melaju di berbagai kondisi jalan seperti jalan yang rusak, berlubang, bergelombang dan sebagainya. Komponen yang terbuat dari baja ini tentu bertugas untuk membantu pegas atau per untuk menopang bobot mobil beserta muatan yang diangkutnya.

Daya tahan dan kualitas shockbreaker tentu akan berkurang dan melemah seiring dengan seringnya komponen ini menahan guncangan dengan beban yang berlebihan. Shockbreaker yang daya tahannya telah menurun dapat Anda rasakan dimana mobil terasa limbung ketika dikendarai dengan kecepatan yang tinggi.

Lalu bagaimana cara mendeteksi shockbreaker yang telah terindikasi kerusakan? Untuk mendeteksinya terbilang cukup mudah, Anda cukup mendengarkan apakah terdapat suara gemuruh yang bising dan keras ketika mobil sedang dikendarai. Opsi lainnya, Cobalah memacu mobil dengan kecepatan sedang di jalanan lurus, lalu rasakan apakah laju mobil terasa limbung? Jika iya, tak dapat dipungkiri bahwa shockbreaker yang Anda miliki telah bermasalah.

  1. Tierod dan Balljoint

Tie rod dan end tie rod merupakan salah satu komponen yang ada dalam sistem suspensi dengan fungsinya utamanya untuk meneruskan putaran dari steer mobil ke roda-roda, sehingga roda dapat berputar ke kanan atau kiri sesuai dengan kemudi yang dipacu. Tak jauh berbeda dari tie rod, Ball joint memiliki fungsi sebagai sumbu roda atau pengikat antara knuckle atau as roda terhadap sayap (arm) untuk melakukan pergerakan belok ke kanan dan kiri.

Kenyamanan dalam berkendara tentu akan terganggu jika komponen tersebut rusak atau telah aus. Tak hanya itu, mobil akan sulit untuk dikendalikan serta terganggunya kestabilan mobil yang dapat membahayakan pengendara apabila memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi.

Pemeriksaan terhadap tie rod dan ball joint tentu dapat Anda lakukan sendiri dengan cara mendongkrak terlebih dahulu roda bagian depan. Setelah itu, minta bantuan teman dekat atau seseorang untuk memegang kemudi mobil agar roda tidak bergerak, kemudian cobalah guncang-guncangkan roda ke arah dalam dan keluar secara bergantian selama beberapa kali. Bila terasa oblak atau seperti ada guncangan yang tidak stabil, berarti komponen tersebut tidak dalam kondisi yang baik. Pemeriksaan fisik komponen juga dapat Anda lakukan, apabila tie rod beserta ball joint tersebut telah luka atau sudah tidak halus berarti hal tersebut menandakan komponen yang sudah mengalami keausan. Pemeriksaan lainnya dapat Anda lakukan dengan mendengarkan suara yang muncul dari arah lengan roda tempat tie rod berada. Tie rod memiliki sebuah komponen berupa bantalan bola untuk bergerak. Apabila Anda mendengar suara yang timbul dari komponen tersebut, berarti bantalan bola sudah mulai kendur dan aus.

  1. Bushing arm

Bushing merupakan salah satu komponen kaki-kaki mobil yang memiliki peran penting terhadap kinerja suspensi kendaraan. Bushing memiliki bentuk seperti tabung besi dan diisi oleh karet. Komponen ini berfungsi sebagai titik tumpu antara roda dan lengan pencengeramnya. Bushing ini juga memiliki peran sebagai peredam getaran yang ada pada sambungan antar komponen suspensi dari logam tersebut.

Tak hanya menimbulkan suara yang berisik, bushing yang mengalami kerusakan juga akan mempengaruhi kenyamanan pengendalian mobil. Hal tersebut tentu akan berdampak pada keselamatan berkendara yang akan terancam.

Pemeriksaan dan pendeteksian kondisi bushing arm dapat Anda lakukan dengan mencermati arah laju mobil yang dikemudi. Bila kemudi cendurung melenceng ke kanan atau ke kiri serta bagian roda terdengar suara gemuruh, hal tersebut menandakan bushing arm telah bermasalah.

  1. Bushing Stabilizer

Pada dasarnya, bushing stabilizer memiliki cara kerja yang sama dengan bushing arm, hanya saja perbedaan terjadi pada letak komponen dimana bushing stabilizer terletak di link stabilizer yaitu komponen penyeimbang suspensi kiri dan kanan.

Salah satu tanda komponen itu bermasalah adalah munculnya suara mendecit. Bahkan juga muncul suara gemuruh kala mobil direm. Cara mendeteksi bushing stabilizer yang bermasalah dapat Anda lakukan dengan mendengar apakah terdapat suara mendecit atau bahkan suara gemuruh ketika Anda mencoba untuk mengerem mobil. Cara lain untuk mendeteksinya dapat dilakukan ketika memacu mobil di jalan lurus dalam kecepatan sedang kemudian lepaskan roda kemudi. Komponen dapat dikatakan rusak atau bermasalah ketika mobil lari ke arah kanan atau kiri dan terasa berat bagi Anda untuk mengembalikan posisi kemudi tersebut.

  1. Bearing

Bearing atau bantalan roda merupakan sebuah komponen yang memiliki fungsi penting bagi putaran roda dan kestabilan laju mobil.

Untuk mendeteksi kerusakan komponen satu ini cukup mudah, dengarkan apakah terdapat suara yang bising pada roda kendaraan. Cara lainnya dapat Anda ketahui dengan memperhatikan putaran roda, cobalah untuk mendongkrak roda satu per satu, kemudian perhatikan apakah putaran roda terasa halus atau bergetar, bearing yang bermasalah dapat Anda ketahui jika roda yang diputar mengeluarkan suara yang bergemuruh.

  1. Ban

Kasus yang kerap terjadi pada ban ini ialah beberapa bagian ban yang terkikis setelah mobil melakukan perjalanan jauh. Meski tingkat terkikisnya ban kadang tidak terlihat dengan jelas, namun efeknya akan cukup terasa.

Ban yang terkikis tentu dapat membuat laju mobil tidak seimbang, seiring berjalannya waktu pun kikisan di bagian ban akan terus bertambah dan ban yang mengalami keausan tidak dapat dihindari.

Ketika hal tersebut terjadi, perotasian atau penggantian ban merupakan langkah tepat untuk mengatasi permasalahan yang ada. Hal ini tentu merupakan cara yang paling aman dan bijaksana agar ban tetap awet dan kenyamanan suspensi terus terjaga.

Mengingat betapa pentingnya fungsi dan peran dari berbagai komponen kaki-kaki mobil di atas, tentunya tak ada alasan lagi bagi Anda untuk tidak melakukan perawatan terhadap komponen-komponen tersebut. Penggantian parts terhadap komponen yang rusak juga perlu Anda lakukan dengan tidak melupakan kualitas dari parts pengganti tersebut. Untuk mendapatkan kebutuhan berbagai suku cadang terlengkap dan berkualitas, dapatkan hanya di BeliOnderdil sekarang juga. Jadikan BeliOnderdil sebagai pilihan pertama Anda untuk memenuhi berbagai kebutuhan suku cadang dengan kualitas nomor satu.

 

© Otomotif.tempo.co

Follow Me:

Related Posts

  1. Terimakasih atas informasinya. sekalian tanya, jika shock breaker mengalami kerusakan, apakah shock menjadi keras atau menjadi sangat empuk? terimakasih

    • Kalo untuk kedua hal itu bisa jadi keduanya indikasi kerusakan, namun untuk komponen penting seperti shockbreaker memang harus dilakukan pengecekan fisik. Mungkin bisa coba ke bengkel terdekat untuk pengecekan Pak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *