October 19, 2018
Perbaikan dan Perawatan Mobil

Langkah-Langkah Mengetes Koil Pengapian Mobil

Jakarta, BeliOnderdil.com—Koil pengapian merupakan komponen yang sangat penting pada sistem pengapian setiap kendaraan yang bertanggung jawab untuk menyediakan listrik ke busi. Ketika kendaraan tidak menyala dan sering mogok, koil pengapiannya mungkin telah mengalami permasalahan dan perlu diganti. Namun untuk memastikan kondisi terkininya, koil pengapian dapat diperiksa terlebih dahulu baik percikan api serta ketahanannya. Proses memeriksa koil pengapian terbilang relatif cepat dan mudah, dengan pemeriksaan ini pula Anda dapat mengetahui fungsi koil dengan semestinya dan apakah mobil perlu dibawa ke bengkel atau tidak.

Untuk itu simak ulasan berikut ini mengenai langkah-langkah mengetes koil pengapian mobil :

Hal yang Anda Butuhkan

  • Kunci soket (termasuk soket busi)
  • Obeng
  • Tang yang terisolasi
  • Busi
  • Kabel
  • Kunci pengapian
  • Ohmmeter atau multimeter dengan fungsi tahanan (untuk tes tahanan)

Metode 1 : Melakukan Tes Percikan Api Koil Pengapian

  1. Langkah pertama dalam proses ini tentunya Anda perlu mematikan kendaraan dan pastikan mesin sedang dalam kondisi yang tidak panas. Setelah itu, bukalah kap mesin dan temukan letak koil pengapian. Koil pada setiap kendaraan tentu memiliki lokasi atau tempat yang beragam, namun pada umumnya komponen ini terletak di dekat spatbor atau dipasang dengan baut pada braket di dekat distributor. Namun untuk kendaraan yang tidak menggunakan distributo, koil akan terhubung secara langsung dengan busi.

  • Jika Anda kesulitan dalam menemukan letak koil pengapian, Anda dapat mencari distributor terlebih dahulu, kemudian ikuti kabel yang tidak terhubung dengan busi.

  • Sebelum memulai proses pengetesan, disarankan bagi Anda untuk menggunakan kacamata pengaman atau pelindung mata serta persiapan alat-alat yang terisolasi untuk melindungi diri Anda dari kejutan listrik.

  1. Langkah berikutnya Anda dapat melepas salah satu kabel busi dari businya. Pada umumnya kabel ini membentang dari tutup distributor ke masing-masing busi. Dalam proses ini, Anda dianjurkan untuk menggunakan sarung tangan untuk mecegah cidera dan berhati-hati ketika mengerjakan sistem kelistrikan kendaraan.

  • Jika sebelumnya kendaraan Anda telah dilaju dalam beberapa waktu, kemungkinan besar komponen-komponen internalnya akan sangat panas. Karena perlu bagi Anda untuk tahu bahwa kendaraan yang dikendarai sedikitnya selama 15 menit, bisa memanaskan mesin hingga sekitar 200 derajat. Untuk itu sebelum memulai proses ini, biarkan kendaraan selama satu jam agar dingin.

  1. Lepas kabel busi terlebih dahulu, kemudian gunakan kunci soket busi untuk melepas busi dari tempatnya.
  • Dalam proses ini Anda juga harus menyiapkan kain atau handuk bersih untuk menutupi lubang ruang pembakaran agar tak ada sedikit pun kotoran yang masuk atau jatuh kedalam lubang tersebut atau akan berdampak pada kerusakan mesin ketika mobil sedang dikendarai, karena kotoran yang masuk ke dalam ruang pembakaran tersebut terbilang sulit untuk dibersihkan.

  1. Selanjutnya, Anda dapat memasang kembali busi ke kabel busi dengan hati-hati. Seharusnya, Anda perlu menyisakan busi yang terhubung dengan distributor, namun tidak terpasang ke dalam lubang pembakran. Pegang busi dengan tang yang sudah terisolasi untuk menghindari kemungkinan terjadinya kejutan listrik.

  1. Setelah itu, Anda perlu mengatur busi yang kabelnya masih menempel sehingga kepala ulir busi dapat berkontak dengan sebagian logam mesin. Hal ini bisa berupa bagian logam padat dari blok mesin dan mesin itu sendiri.

  1. Sebelum Anda memasuki proses menstarter mesin untuk mengetes busi, Anda perlu mematikan pompa bahan bakar dengan melepas relai atau sekringnya. Setelah hal ini dilakukan, tentunya mesin tidak akan menyala sehingga Anda bisa mengetes percikan api dari koil.

  1. Minta bantuan teman dekat Anda untuk menstarter mesin mobil. Minta pertolongan teman untuk memutar kunci pada pengapian kendaraan. Hal ini akan memberikan daya ke sistem kelistrikan kendaraan serta ke busi yang Anda pegang (dengan asumsi koil pengapian Anda berfungsi)

  1. Jika koil pengapian kendaraan Anda berfungsi dengan tepat dan semestinya, ketika teman Anda menstarter mesin, perickan api biru terang seharusnya akan terlihat melompati celah busi. Percikan api biru ini akan tampak jelas di siang hari. Jika Anda tidak dapat melihat percikan api biru yang dimaksud, koil pengapian Anda kemungkinan tidak berfungsi dengan tepat dan perlu diganti.

  • Jika bukan percikan api biru yang terlihat, melainkan percikap api berwarna jingga, hal ini merupakan pertanda buruk yang menandakan koil pengapian tidak menyuplai cukup listrik ke busi, yang kemungkinan terjadinya permasalahan seperti koil yang retak, arus listrik yang lemah, rusaknya sambungan, dan lain-lain.

  • Kemungkinan terakhir yang dapat Anda amati ialah tidak terlihat atau terjadinya percikan api. Hal ini pada dasarnya merupakan pertanda bahwa koil pengapian memang tidak dapat berfungsi dengan baik atau terdapat satu atau lebih sambungan listrik yang rusak, atau justru terjadi kesalahan yang Anda lakukan ketika melakukan pengetesan.

  1. Setelah proses pengetesan selesai, pastikan kendaraan sudah dalam keadaan mati. Pasang dan masukkan kembali busi ke dalam lubangnya, serta sambungkan kembali kabel busi yang sebelumnya telah Anda lepas.

Metode 2 : Melakukan Tes Tahanan Koil Pengapian

  1. Terdapat cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengetes koil pengapian mobil. Jika Anda memiliki alat listrik berupa ohmmeter, Anda bisa mengukur efektivitas koil pengapian menggunakan alat tersebut dengan cara yang pasti dan terkur. Namun, sebelum memulai tes ini, Anda perlu melepas koil pengapian kendaraan terlebih dahulu, sehingga kemudahan dalam mengakses terminal listrik bisa Anda dapatkan.

  • Bacalah buku manual perawatan Anda untuk instruksi yang akurat dalam melepas koil pengapian. Pada umumnya, dalam melepas koil pengapian Anda perlu melepasnya dari kabel distributor menggunakan kunci soket. Pastikan kendaraan Anda dimatikan dan dalam keadaan dingin sebelum memulai prosesnya.

  1. Setiap koil pengapian kendaraan tentunya memiliki spesifikasi yang khusus untuk ketahanan listrik di dalam koil. Jika tingkat ketahanan aktual koil berada di luar spesifikasi tersebut, tentu menjadi pertanda bahwa koil sudah mengalami kerusakan. Untuk itu, lihat buku manual perawatan kendaraan untuk mengetahui spesifikasi yang dimaksud.

  • Umumnya koil kendaraan akan memiliki pembacaan tahanan sekitar 0,7 – 1,7 ohm untuk kumparan utama dan 7.500 – 10.500 ohm untuk kumparan kedua.

  1. Tempatkan ujung ohmmeter pada kutub koil utama. Distributor akan memiliki tiga kontak listrik yaitu dua kontak masing-masing terletak di sisi dan satu kontak terletak di tengah. Kontak listrik ini bisa eksternal (menonjol) atau internal (cekung ke dalam). Hidupkan ohmmeter dan pegang satu ujung ke setiap kontak listrik luar. Catat pembacaan tahanan yang merupakan tahanan kumparan utama koil.

  • Perhatikan kalau beberapa model koil pengapian yang baru memiliki konfigurasi kontak yang berbeda dengan susunan tradisional. Lihat buku manual kendaraan Anda untuk informasi jika Anda tidak yakin kontak mana yang sesuai dengan kumparan utama.

  1. Tempatkan ujung ohmmeter pada kutub koil kedua. Kemudian pegang satu ujung ke salah satu kontak luar dan pegang ujung yang lain ke kontak tengah dan dalam dari koil pengapian (tempat kabel utama terhubung dengan distributor). Catat pembacaan tahanan yang merupakan tahanan kumparan kedua koil.

  1. Tentukan apakah pembacaan yang Anda catat berada di dalam spesifikasi kendaraan Anda. Koil pengapian merupakan komponen sistem listrik kendaraan yang peka. Jika kumparan utama atau kedua sedikit berada di luar spesifikasi kendaraan, Anda harus mengganti koil pengapian karena koil pengapian tersebut kemungkinan besar sudah rusak atau tidak berfungsi.


Tips

  • Jika Anda tidak melihat percikan api, periksa keluaran pada voltage/ohm meter. Koil utama seharusnya menghasilkan pembacaan di antara 0,7 dan 1,7 ohm.

 

© Wikihow

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *