August 21, 2018
Instalasi Suku Cadang Oto Tips

Langkah-langkah Memeriksa Berbagai Komponen AC Mobil

© ShutterStock

© ShutterStock

Jakarta – AC atau air conditioner merupakan salah satu komponen mobil yang sangat penting. AC yang tersemat dalam rangkaian mobil tentu dapat membuat udara di dalam kabin mobil menjadi sejuk dan nyaman.

Pemeriksaan atau servis AC mobil penting untuk dilakukan secara berkala dan rutin agar seluruh komponen AC dapat selalu bekerja dengan prima. Kali ini, Blog BeliOnderdil akan memberikan beberapa cara memeriksa atau melakukan servis AC dengan baik dan benar. Simak ulasan berikut ini :

  1. Cara Periksa Kondisi Kerja Kompresor AC Mobil 

Kompresor AC mobil terbagi menjadi dua komponen utama yaitu kompresor dan magnetic clutch

kompresor AC

Kompresor AC ©en.infopaginas.com

Periksa kondisi fisik kompresor AC, apakah terdapat oli yang menempel pada dinding kompresor, Jika iya hal tersebut menandakan terjadinya kebocoran pada kompresor, penting bagi Anda untuk mencari tahu darimana datangnya oli yang menempel tersebut, apakah muncul dari kompresor ataukah dari mesin.

Terdapat beberapa bagian dari kompresor AC yang menjadi penyebab bocornya freon yang bercampur dengan oli, diantaranya pada packing antara front cover dan back cover, sambungan pipa AC pada kompresor baik pipa low maupun pipa high, serta reliev valve atau seal shaft compressor.

Sedangkan pemeriksaan kerja kompressor AC dalam memompa refrigerant dapat Anda lihat dengan menggunakan manometer gauge AC mobil.

  1. Cara Memeriksa Magnetic Clutch atau Kopling Magnet

Magnetic clutch atau kopling magnet berfungsi untuk menghubungkan putaran mesin melalui puli kompresor. Pemeriksaan kopling magnet ini dapat dilakukan dengan melihat kondisi fisik komponen tersebut diantaranya, armature assembly atau center piece yang tertarik oleh magnet ketika AC hidup, perhatikan gerakan ketika terhubung, apakah langsung terhubung atau selip terlebih dahulu. Perhatikan pula bunyi saat terhubung apakah terdengar keras atau lemah.

magnetic clucth pulley

magnetic clucth pulley ©alibaba.com

Ketika terhubung terdengar bunyi keras, hal tersebut menandakan telah terjadi keausan permukaan armature assembly dengan permukaan puli, atau justru telah terdapat jarak atau celah yang terlalu jauh. Akibat yang ditimbulkan dari jarak yang terlalu jauh ialah kinerja komponen yang kadang terhubung dan kadang tidak terhubung, terutama jika suhu kompresor sudah panas karena kemampuan magnet untuk menarik center piece berkurang saat panas.

Celah antara center piece (armature assembly) dengan permukaan puli kompressor yang terlalu jauh dapat berakibat pada AC mobil yang kadang mati dan kadang hidup. Jarak antara puli dan center piece yang baik berada di kisaran 0,25 mm sampai 0,5 mm. Jarak atau celah center piece dengan permukaan puli kompresor diatur oleh ketebalan ring plat yang digunakan antara center piece dengan shaft atau as kompresor. Berubahnya jarak ini biasanya menandakan bahwa sudah waktunya Anda harus melakukan penggantian spare part AC satu ini. Pada umumnya, jarak antara yang terlalu jauh juga dapat membuat center piece tersebut putus pada plat pegas. Tak hanya itu, jarak terlalu jauh juga dapat memungkinkan kemagnetan dari magnetic clutch tidak sanggup menarik center piece ketika kondisi panas.

  1. Pemeriksaan Kondensor AC

 Secara fisik pemeriksaan kondensor AC dapat dilakukan dengan melihat sirip-sirip pada kondensor apakah terdapat basahnya oli AC yang menandakan terdapat kebocoran pada kondensor, serta periksa apakah terdapat sirip yang tertekuk atau kotoran yang dapat mengurangi pendinginan kondensor.

  1. Periksa Pipa-Pipa AC dan Slang Flexible

Penting bagi Anda untuk memeriksa pipa AC baik pipa flexible maupun pipa alumunium dari kemungkinan bocor atau bergesekan dengan bagian mobil lain yang dapat menjadi penyebab kebocoran. Lakukan pemeriksaan sambungan-sambungan dari kemungkinan bocor yang ditandai dengan terdapatnya oli AC pada sambungan AC tersebut.

Periksa pula service valve dari kebocoran yang mungkin terjadi, dimana akan terlihat basah oleh bekas oli di sekitar service valve (pentil pada pipa AC untuk mengisi dan membuang freon) tersebut.

  1. Pemeriksaan Receiver Drier

Receiver drier memiliki fungsi untuk menyaring kotoran agar tidak lolos memasuki katup expansi, untuk mobil AC dengan tipe receiver drier yang terpisah dari kondensor dilengkapi dengan sight glass dan pressure switch.

Untuk pemeriksaan receive drier tipe terpisah dengan kondensor yang kebanyakan bertipe T atau L dapat dilakukan dengan memeriksa komponen dari kemungkinan bekas oli AC di sekitar sambungan in dan out, karena pada bagian tersebut sering juga terjadi kebocoran freon atau oli AC karena seal yang mengeras ataupun sambungan pipa AC yang terhubung kurang keras.

Anda juga perlu melihat kondisi freon melalui sight glass yang berada di atas receiver drier, apakah sight glass terlihat bersih atau hitam. Jika terlihat kehitaman, segera lakukan penggantian receiver drier dan periksa AC mobil secara keseluruhan di bengkel servis AC mobil.

Untuk kabel pressure switch, periksalah kondisi soket serta kabel yang terhubung apakah terlihat dalam kondisi terhubung dengan baik atau tidak.

  1. Pemeriksaan Expansi Valve

Expansi valve atau katup ekspansi ac mobil memilki beberapa jenis, jenis expansi valve yang bisa diperiksa kondisinya dari luar ialah katup ekspansi yang berbentuk kotak. Walaupun ekspansi berbentuk kotak inipun ada juga yang ditempatkan di dalam rumah evaporator, tergantung konstruksi evaporator.

Pemeriksaan secara mudah dapat dilakukan dengan memeriksa kondisi secara fisik apakah terdapat bekas oli AC yang berada di sekitar katup ekspansi tersebut yang menandakan telah terjadi kebocoran pada seal sambungan pipa AC. Untuk tipe katup ekspansi yang terletak di dalam rumah evaporator, Anda tidak bisa melihat kondisinya secara fisik, namun dapat dilihat cara kerjanya dari tekanan yang diukur.

  1. Pemeriksaan Evaporator

Pemeriksaan kondisi evaporator dapat dilakukan dengan merasakan hembusan angin melalui grill AC. Anda dapat melakukan pembersihan evaporator jika merasa angin yang dihembuskan kurang kencang atau kurang dingin.

  1. Pemeriksaan Blower

Berikutnya, lakukan pemeriksaan blower dengan mendengarkan putaran blower apakah terdengar kasar ataukah terdapat suara-suara lain dari blower. Bushing motor blower yang telah mengalami keausan merupakan penyebab blower ini mengeluarkan bunyi yang keras ketika AC dihidupkan.

  1. Pemeriksaan Fan Kondensor

Fan kondensor juga penting untuk diperiksa, lakukan pemeriksaan mulai dari kecepatan hembusan angin, arah hembusan angin, serta kondisi soket kabel pada fan kondensor tersebut. Fan kondensor akan mati jika tidak berada dalam kondisi yang prima, hal ini dapat berdampak pada naiknya temperatur mesin ketika AC dihidupkan.

  1. Pemeriksaan Drive Belt

Drive belt pada AC mobil menghubungkan antara puli kompresor AC dengan puli crankshaft mesin. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat drive belt tersebut apakah masih berada dalam kondisi yang baik atau justru komponen tersebut telah meretak. Jika terlihat retak, disarankan bagi Anda untuk segera melakukan penggantian terhindari dari kejadian belt yang putus ketika Anda sedang fokus berkendara di jalan. Mengingat drive belt merupakan komponen yang menyatu dengan putaran water pump serta alternator, tentu jika putus di tengah jalan tidak saja AC mobil yang tidak dingin, pendinginan mesin dan pengisian aki dari alternator juga tidak akan bekerja dengan sempurna.

  1. Pemeriksaan Jumlah Freon pada AC Mobil

Pemeriksaan jumlah freon pada AC mobil dapat dilakukan secara manual melalui sight glass yang terdapat pada receiver drier, jika sistem AC menggunakan receiver drier yang menjadi satu dengan kondensor, maka sight glass ini terletak pada saluran pipa tekanan tinggi.

Cara memeriksa jumlah freon AC mobil melalui sight glass :

  • Hidupkan mesin mobil. Jika terlihat gelembung warna putih ketika idle kemudian berbubah menjadi bening ketika digas, kondisi freon terbilang cukup.
  • Jika terlihat gelembung warna putih baik saat mesin idle atau saat mesin digas berarti freon kurang, freon yang kurang memiliki dua kemungkinan yaitu memang freon kurang atau freon tidak bisa masuk lebih banyak karena di dalam sistem terlalu banyak oli.
  • Apabila di dalam sight glass terlihat bening baik saat idle atau mesin digas berarti di dalam sistem terlampau banyak freon.

Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan tekanan freon yang benar dan akurat, Anda dapat menggunakan manometer gauge sebagai alat servis ac mobil atau mesin AC R3 untuk memeriksa jumlah freon yang terdapat pada sistem AC.


Itulah langkah-langkah mudah yang BeliOnderdil  untuk Anda agar dapat memeriksa komponen AC pada mobil Anda. Kunjungi kembali Blog BeliOnderdil untuk mendapatkan tips otomotif dan panduan mudah untuk instalasi suku cadang dan dapatkan suku cadang berkualitas dengan harga yang terbaik hanya di BeliOnderdil.

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *