October 18, 2018
Perbaikan dan Perawatan Mobil

Lakukan Cara Berikut Ini untuk Mengatur Celah Busi Mobil Anda

Jakarta, BeliOnderdil.comSpark plug atau yang biasa dikenal dengan nama busi merupakan salah satu komponen utama di dalam sistem pengapian (igniton system) pada suatu kendaraan yakni mobil yang berbahan bakar bensin. Busi sendiri berfungsi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar mesin.

Cara kerja sebuah busi tentu dipengaruhi oleh besar celah atau kerenggangan pada busi, celah busi yang besar tentu membutuhkan tegangan yang besar pula untuk memercikkan bunga api, begitupun sebaliknya. Celah atau kerenggangan busi harus sesuai dengan rekomendasi produsen. Dengan celah busi yang tepat maka percikan bunga api pada busi juga tepat dan tentunya membuat pembakaran di ruang mesin dapat lebih sempurna. Untuk itu, ditariklah kesimpulan bahwa penyetelan celah busi bertujuan untuk mendapatkan percikan yang maksimal dan sesuai dengan tegangan pengapian yang ada. Celah busi yang terlalu sempit atau terlalu lebar akan berakibat pada performa mesin yang dihasilkan.

Blog BeliOnderdil kali ini akan memberikan cara menyetel celah busi mobil yang telah dirangkup dalam dua tahap mulai dari mengukur hingga mengatur celah atau kerenggangan busi. Untuk itu, simak ulasan berikut ini :

Peralatan yang Anda Butuhkan

  • Alat ukur kerenggangan busi
  • Kunci busi beserta gagangnya
  • Catok (vice) untuk membengkokkan elektroda
  • Kain gombal

Tahap 1 : Mengukur Kerenggangan Busi

  1. Pelajari spesifikasi kerenggangan busi kendaraan Anda seperti jarak serta kinerja, baik busi yang telah terpasang pada mobil ataupun busi yang baru. Ketahuilah jarak kerenggangan yang tepat antara dua elektroda yang berada di setiap ujung busi penting untuk Anda lakukan.

Umumnya  jarak atau celah busi berukuran antara 0.71 hingga 1.52 mm, namun setiap kendaraan memiliki jarak kerenggangan yang berbeda-beda. Periksalah buku panduan kendaraan Anda atau tanyakan kepada pihak suku cadang kendaran mengenai jarak atau celah yang tepat untuk busi mobil Anda.

Tak sedikit pemilik mobil yang telah memodifikasi mesin mobilnya, untuk mesin yang dimodifikasi sendiri membutuhkan jarak kerenggangan yang lebih kecil agar tenaga yang dihasilkan sesuai keinginan. Maka dari itu, semakin besar tenaga yang ingin dihasilkan, kerengganan busi harus semakin kecil.

  1. Pilihlah alat ukur celah busi yang sesuai. Saat ini terdapat banyak variasi alat yang dapat mengukur celah busi. Alat ukur ini sebagian besar memiliki sisi mendatar yang dapat digunakan untuk mengubah sedikit sudut elektroda yang bengkok agar mendapat kerenggangan yang diinginkan. Feeler gauge atau spark plug gauge merupakan alat yang tepat untuk mengukur celah busi karena komponen ini tak jarang telah digunakan oleh banyak orang untuk mengukur celah busi mobil.

  1. Bersihkan busi mobil menggunakan kain yang bersih. Bersihkan pula ujung elektroda busi dari partikel jelaga atau kotoran lain untuk memastikan Anda dapat memperoleh hasil pengukuran yang akurat.

Gunakan sedikit alkohol yang cepat kering (90%) untuk pembersihan ujung-ujung elektroda busi yang kotor. Jika busi sulit dibersihkan, gantilah dengan yang baru.

  1. Ukurlah celah atau kerenggangan busi menggunakan alat yang telah disiapkan sebelumnya. Ukur celah di antara kedua elektroda busi. Letakkan bilah atau kawat dengan ukuran yang sesuai di antara ujung-ujung elektroda busi atau lewatkan tepi koin di antaranya untuk mengukur kerenggangan busi.

Tahap 2 : Mengatur Kerenggangan Busi

  1. Sesuaikanlah kerenggangan busi. Alat ukuran haruslah sesuai, pas atau mendekati ukuran celah. Dengan begitu kerenggangan busi sudah sesuai dan busi dapat dipasang serta digunakan kembali.

  1. Gunakan alat khusus untuk mengatur sudut elektroda busi. Atur posisi elektroda busi berada di bawah atau mengarah ke lantai, bagian bawah elektroda merupakan bagian yang harus Anda atur untuk merubah kerenggangan busi. Bengkokkan ke dalam dengan perlahan-lahan dan  jangan lakukan lebih dari setengah millimeter untuk sedikit memperkecil celah dan keluar untuk sedikit memperbesar. Atau bisa juga dengan memberikan tekanan ringan pada busi agar sudut elektroda dapat berubah.

  1. Ukur kembali celah busi dan sesuaikan. Berhati-hatilah ketika mengubah celah busi, jangan sampai Anda menyentuh bagian dalam elektroda karena dapat merusak inti dari komponen tersebut, karena jika sampai patah atau terkikis maka busi sudah tidak dapat dipakai lagi.

  1. Lakukan cara sebelumnya dengan hati-hati karena apabila elektroda patah tentu proses ini terbilang sia-sia. Pastikan Anda menggunakan tekanan yang ringan untuk sedikit membengkokkan elektroda.


Tips

  • Coba dan pastikan semua busi yang Anda gunakan memiliki celah yang sama.
  • Jika warna ujung busi berbeda-beda, itu dapat menjadi indikasi bahwa mesin kendaraan Anda bermasalah.
  • Jangan memasang busi terlalu kencang. Sebagian besar kepala busi terbuat dari aluminium dan ulirnya dapat rusak dengan mudah.

  • Busi adalah suku cadang yang relatif murah. Penggantian busi secara rutin penting untuk Anda lakukan.

Peringatan

  • Pastikan untuk memasang kembali kabel busi dengan urutan yang sama seperti sebelumnya.

Semoga Bermanfaat!

© Wikihow

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *