November 16, 2018
Instalasi Suku Cadang Oto Tips

Hal yang Menyebabkan Pedal Rem Terasa Keras

© ShutterStock

© ShutterStock

Sebagai seorang pengendara yang biasanya berada di jalan raya, tentu saja Anda sepakat bahwa rem merupakan salah satu hal yang komponen penting dalam sebuah mobil. Memiliki peran yang begitu signifikan terhadap kendaraan, kondisi rem sangat penting untuk Anda perhatikan. Kelalaian dalam memeriksa kinerja rem tentu dapat memengaruhi keselamatan Anda sebagai pengendara.

Sebagai pengendara yang baik, Anda tentu akan merasakan dan mengetahui jika terdapat komponen yang mengalami kerusakan yang disebabkan oleh berbagai hal, begitupun dengan sistem pengereman yang tak luput dari berbagai masalah, seperti rem yang bergetar ketika diinjak, pedal rem yang ambles atau blong bahkan pedal rem yang terasa keras saat di injak, sehingga ketika melakukan pengereman Anda perlu lebih menguras tenaga untuk sekedar melakukan pengereman, bahkan kerasnya pedal rem ini juga berpengaruh terhadap kinerja rem yang tidak mampu memperlambat laju mobil sebagaimana mestinya.

Pada kesempatan kali ini, Blog BeliOnderdil akan membahas mengenai pedal rem yang terasa keras ketika diinjak serta rem yang terasa kurang pakem. Kerusakan pada booster rem merupakan salah satu penyebab mengapa rem mobil terasa begitu keras ketika diinjak, dimana pada sistem boster ini terjadi kebocoran kevakuman sehingga boster yang sebenarnya berfungsi membantu memperingan pedal rem kehilangan fungsinya.

Guna mendeteksi ada atau tidaknya kebocoran pada kevakuman booster rem tentu dapat Anda lakukan sendiri dengan mudah, beberapa tahapan yang perlu Anda lakukan untuk memeriksa kebocoran kevakuman booster rem antara lain :

  1. Langkah pertama untuk memeriksa kebocoran kevakuman booster rem Anda perlu membuka kap mesin terlebih dahulu.
  1. Perhatikan dengan benar kondisi mesin mobil Anda saat itu.
  1. Mesin mobil akan menjadi pincang, getar tidak beraturan ketika ketika kevakuman booster rem mengalami kebocoran, hal tersebut terjadi akibat adanya salah satu ruang bakar yang tidak dapat beroperasi dengan baik akibat lolosnya udara dari luar yang masuk ke dalam silinder mesin melalui selang vakum.
  1. Jika Anda ingin lebih memastikan bahwa memang terjadi kebocoran kevakuman, cobalah tutup saluran udara di throttle body namun jangan ditutup terlalu rapat karena dapat membuat mesin mobil mati.
  1. Tutup throttle body dan sisakan sedikit celah agar udara masih dapat memasuki ruang mesin.
  1. Kebocoran kevakuman booster rem telah terjadi jika putaran mesin mobil ternyata jauh lebih stabil dibandingkan dengan ketika posisi terbuka penuh.
  1. Selain harus memasang dengan posisi yang benar untuk one way valve, beberapa hal lain juga bisa menyebabkan kebocoran kevakuman di dalam ruang booster rem, ialah seperti usangnya selang vakum sehingga timbul retakan, kebocoran membra atau sekat diafragma di dalam booster ataupun lemahnya pompa kevakuman (khusus untuk mobil diesel) sehingga udara di dalam ruang yang seharusnya bisa divakumkan menjadi tidak lagi vakum.

Untuk perbaikan kebocoran sendiri Anda harus mendeteksi bagian mana yang terindikasi bocor,

  • Pertama periksa selang kevakuman, jika tidak ada kebocoran maka pemeriksaan dilanjutkan ke komponen one way valve.
  • Kedua, bila one way valve masih berfungsi dengan baik bisa jadi membran di dalam booster rem-lah yang bermasalah (bisa jadi robek) dan hanya bisa diatasi dengan melakukan pembongkaran dan penggantian membran.
  • Terakhir, jika sudah tidak memungkinkan jalan terakhir mengatasi pedal rem yang keras saat di injak ini dengan mengganti komponen booster rem yang baru.

 

Komponen yang mengalami kerusakan tentu mengharuskan Anda mencari komponen pengganti agar performa mobil kembali optimal. Nah, untuk Anda yang memerlukan booster rem beserta komponennya tentu mudah untuk Anda dapatkan dengan mengunjungi situs BeliOnderdil sekarang juga. Blog BeliOnderdil akan kembali dengan artikel informatif lainnya.

 

© Automotivexist

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *