August 21, 2018
Oto Tips Perbaikan dan Perawatan Mobil

Gejala Kerusakan Fan Belt serta Cara Mengatasinya

Jakarta, BeliOnderdil.com —Fan Belt atau V-Belt dengan nama lain tali kipas merupakan salah satu komponen yang memiliki fungsi begitu penting terhadap kinerja suatu mobil, fan belt berfungsi untuk memindahkan tenaga serta menggerakan poros beberapa komponen seperti kompresor AC, poros alternator, waterpump dan sebagainya dengan cara menghubungkan poros-poros tersebut dengan sebuah tali khusus yang biasa disebut v-belt.

Sama halnya dengan komponen mesin yang lain, fan belt juga dapat mengalami kerusakan, sebagai pengendara sekaligus pemilik mobil penting bagi Anda untuk mengetahui serta memahami gejala kerusakan fan belt mobil dengan tujuan agar Anda dapat lebih awal mengantisipasi kerusakan komponen satu ini. Untuk itu, simak ulasan berikut ini mengenai gejala kerusakan fan belt mobil yang harus Anda ketahui :

  1. Fan belt aus, retak-retak (bunyi cit cit)

Terdengarnya bunyi yang berisik dari ruang mesin seperti suara “cit cit cit” tentu mengganggu kenyamanan dalam berkendara. Suara tersebut dapat ditimbulkan oleh fan belt mobil yang kondisinya sudah tidak lagi prima. Fan belt akan mengeluarkan suara yang bising ketika komponen tersebut mengalami selip terhadap puli. Umumnya, fan belt yang bunyi tersebut disebabkan karena kekencangan tali yang sudah kendur, komponen yang mengalami aus, pecah-pecah, atau bahkan kotor.

Ketika permasalahan ini terjadi, solusi terbaik yang dapat Anda lakukan yakni mengganti fan belt dengan yang baru sebelum komponen tersebut putus ketika Anda sedang melakukan aktivitas berkendara yang tentunya membahayakan diri Anda sendiri.

Untuk mencegah fan belt mengalami kerusakan dalam waktu dekat, penting bagi Anda untuk menyetel kekencangan atau tegangan tali kipas secara berkala dan juga rutin.

  1. Fan belt putus

Usia pemakaian yang sudah terlampau lama bisa menjadi salah satu faktor penyebab fan belt putus. Fan belt yang sudah memiliki usia pakai yang lama akan kehilangan kualitas elastisitas dan membuat tekstur komponennya mengeras. Kemungkinan fan belt putus akan semakin besar jika fan belt sudah berada dalam keadaan yang pecah-pecah. Untuk itu, sebelum terjadi hal yang lebih berisiko Anda perlu melakukan pemeriksaan dan penggantian fan belt secara rutin, jika Anda sudah mendengar suara bising yang telah dijelaskan sebelumnya, segera bawa kendaraan Anda ke bengkel terdekat agar fan belt dapat diperbaiki.

  1. Fan belt terkena oli/minyak

Hindari menuangkan oli ke area sekitar fan belt, hal ini dapat membuat fan belt mengalami selip terhadap puli ketika berputar. Fan belt yang mengalami selip dapat menimbulkan panas dan mempercepat keausan komponen ini. Untuk itu, jika area fan belt terkena oli atau minyak, segera bersihkan dengan air, atau lakukan penggantian komponen jika oli atau minyak yang menempel tidak lagi dapat dibersihkan.

  1. Persinggunan tidak sempurna pada tali kipas (fan belt)

Persinggungan yang tidak sempurna ini dapat terjadi dikarenakan fan belt yang sudah aus. Cara perbaikan yang paling tepat ketika permasalahan ini terjadi ialah melakukan penggantian fan belt yang baru.

Setelah mengetahui beberapa kerusakan dari fan belt mobil, Anda juga perlu memahami cara menyetel kekencangan tali kipas mobil ini untuk mengatasi kerusakan-kerusakan tersebut.

Anda dapat memeriksa kekencangan atau ketegangan tali kipas dengan cara memutar daun kipas menggunakan tangan. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan daun kipas pendingin dapat berputar dengan lancar, hal ini menandakan tali kipas kendur dan perlu dikencangkan kembali.

Memeriksa kekencangan fan belt (tali kipas) mobil

Alat yang dibutuhkan :

  • Kunci 12 dua buah
  • Kunci T
  • Engine Stand

Langkah Pemeriksaan :

  1. Setelah mematikan mesin mobil dan memastikannya dalam kondisi yang dingin, hal yang harus Anda lakukan ialah menemukan letak dari tali kipas atau fan belt mobil ini.

  1. Kemudian, Anda perlu mengeluarkan atau melepas tali kipas dari tempatnya dengan cara kendurkan baut pemegang alternator (bawah) terlebih dahulu menggunakan kunci 12 dua buah.

  1. Berikutnya lakukan hal yang sama yakni mengendurkan baut penyetel alternator bagian atas, jika kesulitan atau macet gunakan kunci 12 dua buah untuk melakukan proses ini.

  1. Selanjutnya, setelah Anda berhasil mengendurkan, lepas tali kipas dari tempatnya secara perlahan dan keluarkan dari ruang mesin.

  1. Saat ini Anda memasuki proses pemeriksaan kualitas dan kondisi dari tali kipas atau fan belt Lakukan cara ini dengan menekuk tali fan belt secara menyeluruh seiring memeriksa apakah terdapat bagian dari fan belt yang retak. Kemudian cobalah balik fan belt tersebut untuk memeriksa apakah bagian dalam tali kipas juga terdapat retak. Penggantian fan belt yang baru perlu Anda lakukan jika terdapat bagian dari tali kipas yang sudah retak. Hal ini dilakukan tentu untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu tali yang retak tersebut akan putus ketika fan belt atau mesin sedang beroperasi.

  1. Setelah memeriksa kondisi dari fan belt, pasang kembali komponen tersebut pada tempatnya. Untuk memudahkan Anda dalam memasang fan belt, gunakan kunci T diantara alternator dan mesin kemudian tarik ke bawah sehingga tali tersebut menegang, kemudian kencangkan baut pemegang alternator serta baut penyetel alternator.

  1. Berikutnya, setelah fan belt telah terpasang dengan benar, periksa kekencangan tali kipas menggunakan spring scale kemudian tarik dengan gaya 10 gk, sabuk kipas yang baik akan merenggang antara 6-11 mm.

Memiliki fungsi yang begitu penting tentunya fan belt harus berada dalam kondisi yang optimal. Fan belt yang terpasang terlalu kendur, secara otomatis dapat membuat putaran antara poros engkol, pompa air serta alternator tidak sama. Hal ini menandakan adanya putaran yang hilang dan tentunya berdampak pada stabilitas kinerja mesin yang akan terganggu.

Sedangkan, apabila fan belt terpasang terlalu kencang, kemungkinan akan berpengaruh pada bantalan atau laher yang akan rusak dan tentunya memperpendek usia pakai komponen tersebut. Hal ini dapat terjadi karena bantalan akan menerima beban lebih berat dari beban yang bisa ditahan dalam keadaan normal.

Untuk itu, pemeriksaan fan belt dilakukan untuk memastikan kondisi dari komponen itu sendiri. Kondisi fan belt yang prima pun tentu tak dapat menimbulkan permasalahan di ruang mesin alhasil keamanan dan kenyamanan dalam berkendara pun selalu akan Anda dapatkan.

 

© Automotivexist, fijaytekhnik-makmur.blogspot, zuhhadhindawan.blogspot

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *