August 21, 2018
Oto Tips Perbaikan dan Perawatan Mobil

Cara Mengukur Ring Piston dan Lubang Silinder Blok Mesin

Jakarta, BeliOnderdil.comSaat mesin dalam keadaan hidup, piston yang ada di dalam silinder blok bergerak naik dan turun. Kedua komponen tersebut yakni piston dan slinder blok, memiliki celah untuk oli agar dapat melumasi bagian piston dan silinder blok, hal ini tentu membuat piston tidak langsung bergesekan dengan silinder blok mesin melainkan dilumasi oleh pelumas yaitu oli.

Dalam kinerjanya, ketika mesin baru saja dihidupkan, celah antara piston dan silinder blok tersebut umumnya kering dari pelumas atau oli, dengan kata lain pelumas belum naik ke ruang mesin. Inilah alasan mengapa penting bagi Anda untuk memanaskan mesin sebelum digunakan untuk berkendara. Saat awal menghidupkan mesin atau ketika mesin distarter, maka terjadi gesekan antara piston dan silinder blok, seperti yang dijelaskan sebelumnya, hal ini tak akan berlangsung lama karena oli akan segera naik dan melumasi celah dari kedua komponen tersebut.

Kejadian atau proses di atas tentu akan terjadi terus menerus ketika mesin pertama kali dihidupkan atau distarter setiap harinya, terlebih bagi Anda yang merupakan pemilik mobil dan selalu menggunakan kendaraannya untuk aktivitas sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, proses tersebut secara perlahan dapat mengakibatkan terjadinya pengikisan antara piston dan silinder blok.

Selang beberapa tahun pun, lambat laun pengikisan tersebut dapat membuat celah yang semakin besar, sehingga mengharuskan Anda untuk melakukan overhaul mesin serta piston dan lubang silinder blok yang perlu untuk dikorter. Sebelum melakukan proses korter mesin, umumnya para mekanik akan melakukan pengukuran terlebih dahulu untuk mengetahui seberapa besar keausan yang terjadi. Setelah hasil pengukuran didapatkan, barulah langkah penentuan besarnya ukuran korter akan dilakukan.

Hal yang dapat Anda lakukan untuk mengetahui apakah korter mesin perlu dilakukan ialah dengan melakukan pengukuran. Pengukuran tersebut meliputi dua hal, yang pertama yakni mengukur piston dan kedua ialah mengukur lubang silinder dari blok mesin. Untuk itu, Blog BeliOnderdil kali ini akan mengulas dua pembahasan utama yakni cara mengukur piston dan lubang silinder blok mesin. Berikut ulasannya :

Metode 1 : Cara Memeriksa Ukuran Ring Piston Mobil

  1. Masukkan ke dalam lubang silinder dari blok mesin.

  1. Berikutnya Anda perlu menyiapkan fuller gauge untuk mengukur celah antara kedua bagian ujung ring piston.

  1. Setelah itu Anda juga harus melakukan perbandingan antara hasil pengukuran dengan batas servis gap ring piston. Setiap kendaraan tentu memiliki batas servis yang berbeda. Untuk itu, perlu bagi Anda untuk mengetahui ukuran celah ring piston yang sesuai dengan jenis kendaraan Anda.

  1. Seperti contoh, berikut ini informasi mengenai gap ring piston untuk mobil Toyota :
  • Ring kompresi 1 : 0,33 mm
  • Ring kompresi 2 : 0,48 mm
  • Ring oli : 0.38 mm
  1. Jika hasil pengukuran ring piston melebihi batas maksimal servis kendaraan Anda, maka dapat dipastikan ring piston sudah mengalami keausan dan perlu diganti secepat mungkin.

 

Metode 2 : Cara Memeriksa Ukuran Lubang Silinder Blok Mesin.

Peralatan yang Anda butuhkan :

  • Dial gauge
  • Vernier caliper
  • Micrometer
  1. Pertama-tama, lakukan pengukuran diameter lubang silinder menggukan vernier caliper. Seperti contoh, apabila Anda mendapatkan hasil pengukuran 52,60 mm, maka gunakan replacement rod berukuran 50 mm dan washer 3 mm.

  1. Lakukan penyetelan micrometer pada ukuran 53 mm dengan tepat, jadi harus berukuran 53,00 mm.
  1. Berikutnya, Anda harus menempatkan replacement rod beserta measuring point pada micrometer. Kemudian setel dial gauge pada tingkat nol ke arah jarum penunjuknya.

  1. Selanjutnya, masukkan dial gauge tersebut ke dalam lubang silinder, lalu cobalah Anda menggerakkan dial gauge hingga memperoleh hasil penunjukkan jarum ke angka terkecil. Contoh, jika Anda mendapat hasil terkecil pengukuran yakni 0,5 mm. Maka hasil akhir pengukuran ialah 53,00 – 0,5 mm = 52,95 mm. Ditariklah kesimpulan bahwa lubang silinder blok mesin Anda berukuran 52,95 mm.

  1. Dalam mengukur lubang silinder, lakukanlah dari arah samping (1) dan arah aksial (2) pada posisi paling atas (A), posisi tengah (B), serta posisi paling bawah lubang silinder (C). Lebih jelasnya, Anda dapat melihat dan perhatikan gambar berikut ini.

  1. Setelah hasil pengukuran Anda dapatkan, jangan lupa catat kemudian bandingkan hasil pengukuran yang Anda dapatkan dengan batas diameter maksimal lubang silinder yang sesuai berdasarkan pedoman servis dari kendaraan Anda.

Setelah mendapatkan hasil pengukuran dari dua metode di atas, Anda tentunya dapat menentukan kerusakan atau keausan yang mungkin terjadi. Apabila ring piston yang diukur tidak melebihi standar maksimum dari pedoman servis kendaraan Anda, artinya lubang silinder blok mesin yang mengalami keausan dan perlu segera diganti, begitupun sebaliknya. Dalam hal ini, Anda tidak perlu melakukan korter mesin jika memang ukuran lubang silinder maupun ukuran ring piston masih di bawah ukuran maksimal servis masing-masing kendaraan Anda.

 

© Belajar-otomotif-1.blogspot

 

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *