August 21, 2018
Oto Tips

Berkendara Saat Hujan? Terapkan Tips Berikut Ini !

Ketika musim hujan tiba memang antisipasi dan teknik berkendara dengan benar perlu untuk dilakukan. Setiap pengendara pun diwajibkan untuk mengemudi dengan cerdas dimana harus mampu meningkatkan kewaspadaan agar keamanan dan keselamatan saat berkendara tetap terjaga meski hujan kian lebat.

Tak jarang hujan dijadikan sebuah penyebab terjadinya kecelakaan, terlebih ketika hujan semakin deras, jalanan akan licin serta jarak pandang ketika berkendara akan menurun yang tentu dapat membuat resiko kecelakaan semakin meningkat.

Meskipun mobil memang didesain agar dapat digunakan dalam berbagai macam cuaca, termasuk saat hujan deras, namun perlu bagi Anda untuk tetap mengutamakan keselamatan. Permukaan jalan yang licin saat mobil melintas membuat pengemudi harus sigap agar tidak terpeleset dan berakibat pada kecelakaan.

Di Pembahasan kali ini, Blog BeliOnderdil akan memberikan tips berkendara mobil dengan aman saat hujan lebat. Untuk itu, simak ulasan berikut ini :

  1. Memastikan Kondisi Tekanan Udara Ban

Ban merupakan salah satu komponen penting yang perlu Anda perhatikan ketika ingin mengendarai mobil di waktu hujan. Memastikan ban berada dalam kondisi yang baik serta memiliki tekanan angin yang sesuai penting untuk Anda lakukan. Mengapa demikian? Hal ini begitu penting untuk menjaga agar mobil yang Anda kendarai tidak mudah tergelincir atau bahkan melayang di atas air (aquaplaning). Untuk itu, jangan gunakan ban yang sudah tipis karena dapat beresiko lebih tinggi mengalami kecelakaan.

  1. Memeriksa Kondisi Kontrol Utama Kendaraan

Tak hanya ban, di kala hujan Anda juga perlu memastikan kendaraan yang dilaju terasa nyaman untuk mengantisipasi keadaan darurat atau akibat kesalahan pengendara lain yang dapat menyebabkan kecelakaan. Pastikanlah berbagai komponen kemudi, pedal rem, gas maupun kopling berada dalam kondisi baik serta penting bagi Anda untuk melakukan perawatan selama musim hujan. Selain itu, Anda juga perlu memeriksa semua lampu kendaraan dan pastikan masih dapat berfungsi dengan baik agar dapat mengatasi permasalahan jarak pandang yang terbatas karena hujan. Jangan lupa juga untuk memastikan wiper dapat beroperasi dengan optimal.

  1. Kurangi Kecepatan Kendaraan

Mengurangi serta membatasi kecepatan kendaraan ketika mengemudi saat hujan penting untuk Anda lakukan untuk mengurangi resiko hal yang tidak diinginkan, kendaraan juga dapat lebih mudah dikendalikan ketika Anda mengurangi kecepatan kendaraan. Mengemudikan kendaraan dalam kondisi kecepatan tinggi saat hujan dapat mengurangi cengkraman roda mobil sehingga lebih rentan mengalami selip.

  1. Tambah Jarak Aman Kendaraan

Ketika berkendara di cuaca normal, Anda perlu menjaga jarak aman kendaraan sekitar 2 detik dengan kendaraan di depan, namun ketika berkendara di kala hujan, penting bagi Anda untuk menambah jarak aman menjadi 3 atau 4 detik agar mobil tetap melaju dengan aman karena pandangan akan terganggu dengan derasnya air hujan.

  1. Jangan Sembarang Menerobos Genangan Air

Mencermati kondisi jalan juga perlu Anda lakukan secara hati-hati, terkhusus ketika Anda ingin mengemudikan mobil untuk menerobos genangan air. Hal tersebut tentu dapat mencegah kendaraan terperosok ke dalam lubang yang kemunginan berada di dalam genangan air tersebut.

  1. Nyalakan Lampu Utama

Berkendara ketika hujan deras tentu mengharuskan Anda untuk menghidupkan lampu utama atau lampu kecil untuk meningkatkan kewaspadaan kendaraan di sekitar. Jangan mencoba untuk menghidupkan lampu hazards karena terbilang berbahaya dan dapat mengganggu pengemudi lain terlebih jika kendaraan ingin berbelok.

  1. Jika Hujan Terlalu Lebat, Berhentilah!

Jika Anda merasa hujan semakin lebat dan jarak pandang semakin menurun atau bahkan wiper sudah tidak dapat menjaga kaca depan kembali jernin dengan cepat, penting bagi Anda untuk memberhentikan proses mengemudi. Jangan memaksakan diri untuk terus melaju jika memang pandangan sudah tidak jelas akibat derasnya hujan. Untuk itu, menepila di tempat yang aman dan tidak mengganggu arus lalu lintas kendaaan lain. Ketika Anda memutuskan untuk tidak melanjutkan aktivitas berkendara, lampu hazard boleh dihidupkan sebentar sebagai tanda bahwa Anda ingin menepi

Selain tips berkendara di atas, Blog Beli Onderdil juga akan menambahkan informasi mengenai fitur-fitur kelengkapan pelindung mobil saat hujan, diantaranya ialah :

  1. ABS (Anti-lock Braking System), EBD dan BA

Peranti ini sudah populer di kalangan otomotif dan tersedia pada mobil-mobil baik kelas menengah maupun atas. Perannya terbilang begitu penting kala hujan. Proses kerja komponen ini ialah ketika sensor mendeteksi adanya gejala rem mengunci, sistem akan mengurangi tekanan rem sehingga roda dapat kembali berputar sembari terus menginjak pedal rem.

Beda jika mobil tidak dilengkapi ABS. Ketika pedal sudah diinjak, kinerja pengereman jadi tidak maksimal karena licinnya permukaan jalan; sekalipun roda sudah terkunci, mobil tetap melaju kencang. Ini berbeda dengan ABS, jarak pengereman pada konsisi basah lebih pendek jika dibandingkan mobil tanpa ABS.

  1. Defogger

Anda mungkin pernah mengalami kaca berembun saat hujan. Hal tersebut dapat terjadi karena temperatur di ruang kabin dan di luar berbeda yang mengakibatkan pandangan pun terganggu.

Terdapat beberapa kendaraan yang telah dilengkapi komponen rear defogger yaitu kawat pemanas. Letaknya di kaca belakang, dan fungsinya menguapkan embun. Pada mobil kelas premium, defogger juga terdapat di kaca spion, dan bila kaca sudah tidak berembun, jangan lupa mematikan rear defogger.

  1. Wiper belakang

Derasnya hujan dan cipratan air kotor akibat turbulensi membuat kaca belakang mobil kotor. Untuk mobil hatchback, baik SUV maupun MPV saat ini telah memiliki penghapus kaca belakang. Sayangnya, fitur ini terkadang lupa digunakan lantaran dianggap sepele.

  1. Heater

Banyak mobil telah dilengkapi pemanas kabin. Fitur yang sejatinya diperuntukkan bagi mobil di negara empat musim kini bisa dipakai di Indonesia. Hanya, perhatikan jangan sampai kaca berembun.

Masih ada fitur berkenaan dengan suhu kabin, yakni climate control. Dengan mematok angka tertentu, sistem akan menyesuaikan heater maupun cooler sehingga kabin terasa hangat dan nyaman.

  1. Rear Foglamp

Saat hujan, lampu bukan saja sebagai penerang, tetapi pemberi isyarat buat kendaraan lain, baik dari arah berlawanan maupun dari belakang. Namun saking lebatnya, hujan membuat kondisi lampu terutama bagian belakang menjadi kurang terang.

Di sinilah rear foglamp beroperasi. Sekalipun kecil, pencahayaannya cukup terang sehingga mobil di belakang bisa menjaga jarak aman. Ketika sudah tidak hujan, segera matikan karena jika tidak, lampu tersebut akan menyilaukan pengendara di belakang.

© daihatsu.co.id, hondakusemarang.com

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *