May 26, 2018
Oto Tips

Beberapa Penyebab Rusaknya Power Steering Mobil

Hampir semua produsen kendaraan yang memproduksi mobil keluaran baru telah mengaplikasikan power steering sebagai komponen pembantu setir kemudi mobil. Power steering sendiri memiliki fungsi agar setir kemudi mobil menjadi lebih ringan ketika berbelok, sehingga tak perlu bagi Anda untuk mengeluarkan tenaga yang berat ketika mengoperasikan setir kemudi.

Power steering yang mengalami kerusakan tentu berdampak pada sulitnya mengendalikan setir kemudi mobil yang akan terasa lebih berat dan membuat Anda harus mengeluarkan tenaga lebih ekstra agar laju kendaraan tetap terkendali. Sebagai pengendara yang cermat, tentu Anda perlu merawat komponen satu ini agar tetap terjaga dan tidak mudah rusak.

Untuk menjaga komponen power steering, Anda perlu mengetahui beberapa hal yang menyebabkan power steering sering mengalami kerusakan. Cermati uraian berikut ini :

  1. Setir kemudi mobil yang tidak lurus ketika memarkirkan mobil

Kondisi setir kemudi mobil yang tidak lurus atau berbelok ketika mobil diparkirkan memang terlihat sepele, namun memiliki dampak yang signifikan terhadap kelangsungan kinerja setir mobil Anda. Hal tersebut juga dapat menyebabkan bocornya lapisan teflon yang berada di dalam racksteer. Posisi setir dalam kondisi belok ketika mobil diparkirkan memang dianggap tidak bermasalah bagi beberapa produsen kendaraan, namun untuk menjaga komponen tersebut agar tidak mengalami kerusakan, sebaiknya pastikan posisi setir mobil dalam keadaan lurus ketika Anda memarkirkan mobil. Manfaat lain dari memposisikan setir dalam keadaan lurus ialah, Anda tentu tidak akan menabrak kendaraan di sebelah ketika menghidupkan dan ingin menjalankan mobil akibat posisi roda yang masih berbelok.

  1. Membelokkan setir kemudi dalam kurun waktu yang lama

Upaya membelokkan setir kemudi memang akan terasa lebih mudah dan enteng dengan adanya power steering, namun terdapat beberapa hal yang perlu Anda perhatikan mengenai pemakaian komponen satu ini. Anda tentu tidak boleh membelokkan setir mobil sampai batas akhir atau mentok dengan kurun waktu yang cukup lama. Tanda-tanda yang dapat Anda ketahui akibat belokan setir yang terlalu mentok ialah suara rpm mesin yang meningkat semula pelan dan kian mengeras. Selain itu penyebab lain yang akan terjadi ialah rusaknya kompresor oli power steering yang mengakibatkan  sistem power steering mengalami kebocoran. Tak hanya itu, dinamo EPS dari power steering elektrik juga akan berpotensi mengalami kerusakan.

  1. Tidak teraturnya penggantian oli power steering

Setiap komponen mobil tentu memiliki jangka waktu pemakaian yang perlu diperhatikan, begitu juga oli power steering yang harus diganti berdasarkan jenis dan merek mobil yang disesuaikan dengan teknologi power steering. Bacalah buku panduan servis mobil Anda untuk mengetahui lebih lanjut kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli power steering mobil.

Jika Anda menggunakan power steering berjenis hidrolik, agar komponen tersebut berkinerja dengan optimal tentunya Anda membutuhkan fluida. Pemakaian fluida pada power steering yang cukup lama dapat membuat viskositas atau kadar kekentalannya menurun dan dapat membuat tumpukan kandungan garam atau kotoran di dalam. Untuk itu, penting bagi Anda melakukan penggantian oli power steering secara rutin dengan fluida power steering tersebut. Lalainya penggantian tentu membuat kotoran pada oli power steering yang encer dapat mengakibatkan rusaknya kompresor power steering.

  1. Tekanan udara didalam ban yang kurang

Besarnya gesekan antara ban mobil dengan aspal jalan akan terjadi ketika tekanan angin ban berada di kadar yang rendah, sebaliknya gesekan ban dengan aspal jalan akan mengecil ketika tekanan ban yang tinggi. Tidak stabilnya tekanan udara pada ban mobil tentu akan mempengaruhi komponen pompa oli power steering yang harus kerja lebih berat agar setir kemudi mobil tetap ringan. Power steering yang bekerja cukup berat dengan waktu yang lama dapat membuat komponen tersebut berpotensi mengalami kerusakan lebih cepat. Untuk menghindari kerusakan, Anda perlu melakukan pemeriksaan terhadap tekanan angin ban secara rutin sesuai dengan waktu yang ditentukan, serta tekanan angin yang harus selaras dengan beban yang diangkut oleh mobil.

  1. Hindari melewati jalanan yang banjir

Berkendara di area jalan yang tergenang banjir juga berpengaruh pada power steering mobil. Tentunya untuk mencegah kerusakan, Anda perlu menghindari jalanan dengan genangan air yang cukup tinggi. Meskipun racksteer mobil memiliki komponen pelindung berupa karet anti air, tetap saja resiko air masuk ke dalam racksteer akan terjadi dan mengakibatkan sistem tersebut berkarat. Racksteer yang berkarat tentu akan berpengaruh pada kinerja power steering. Kerusakan akan terjadi ketika karat tersebut masuk dan bersirkulasi melalui pompa atau kompresor power steering.

Power steering yang mengalami kerusakan tentu membuat Anda harus mencari komponen baru agar sistem kemudi mobil tetap dalam kondisi yang ringan. Pemilihan komponen power steering yang baru juga perlu Anda perhatikan, terutama dalam segi kualitas. Hanya di BeliOnderdil, Anda akan mendapatkan berbagai komponen power steering sesuai dengan spesifikasi mobil dengan kualitas yang tak dapat diragukan dan dibandingkan dengan yang lain. Segera kunjungi situs BeliOnderdil dan rasakan asyiknya berbelanja kebutuhan suku cadang dengan mudah dan aman.

 

© Automotivexist

Follow Me:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *